Darah Rakyat Timor di Meja Hijau, Suatu Perjuangan Yang Sia-sia

| Editor: redaksi
IMG-20260811-WA0004_copy_270x230

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Oleh: DR. Nicholay Aprilindo

SEJARAH selalu ditulis oleh pemenang. Namun sejarah jarang menyisakan tinta bagi mereka yang berdiri di wilayah yang kemudian hari dilepaskan atas nama kompromi politik global.
Di sudut panggung dunia ada wajah-wajah senja. Tatapan mereka terkunci pada bentang masa lalu. Pada sebuah ruang waktu ketika darah mereka pernah membasahi tanah yang kini berganti bendera.

Kisah tentang pengorbanan yang tertimbun waktu ini bukan monopoli satu bangsa. Ia adalah luka universal yang terus menganga dalam keheningan sosiopolitik modern.

Ketika menyaksikan bagaimana para veteran tentara Vietnam Selatan dalam dokumenter The Forgotten Losers of the Vietnam War merayap di sisa usia mereka tanpa pengakuan, ingatan kita seperti terseret menuju bentangan bukit berbatu di Timor Timur.

Di sana pernah berdiri para prajurit dan pejuang sipil Indonesia yang mengorbankan segalanya demi sebuah integrasi yang pada akhirnya runtuh dalam hitungan hari melalui selembar kertas referendum pada 1999.