Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Mereka adalah guru.
Tenaga medis.
PNS.
Sopir.
Ibu-ibu tukang masak.
Para tenaga bantu operasi.
Mereka mungkin tidak selalu membawa senjata.
Tetapi mereka berada dalam ruang sejarah yang sama.
Mereka ikut menanggung risiko yang sama.
Dan sebagian dari mereka ikut kehilangan masa depan karena keputusan sejarah yang akhirnya berubah.
Pengabdian seperti itu tidak boleh hilang hanya karena mereka tidak tercatat dalam barisan tempur.
Terakhir, narasi perjuangan Operasi Seroja perlu ditempatkan secara adil, objektif dan humanis ke dalam kurikulum pendidikan sejarah nasional.
Bukan untuk membangkitkan kebencian.
Bukan untuk membuka kembali permusuhan.
Bukan pula untuk mengajarkan kepada generasi muda bahwa sejarah harus dilihat hanya dari satu sisi.
Justru sebaliknya.
Sejarah harus diajarkan agar manusia memahami harga sebuah keputusan politik.
Agar generasi muda mengerti bahwa di balik peta, referendum, diplomasi dan pergantian rezim selalu ada manusia.
Ada tubuh.
Ada keluarga.
Ada anak-anak.
Ada orang tua.
Ada mereka yang pulang.