Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Dan ada mereka yang tidak pernah pulang.
Generasi muda tidak boleh hanya mengetahui bahwa Timor Timur pernah menjadi bagian dari Indonesia lalu kemudian menjadi Timor-Leste.
Mereka juga perlu mengetahui bahwa di antara dua keadaan itu ada manusia-manusia yang menjalani hidup dengan segala risikonya.
Ada mereka yang percaya kepada negara.
Ada mereka yang berjuang karena tugas.
Ada mereka yang kehilangan.
Ada pula mereka yang sampai hari ini masih menunggu negara mengakui bahwa masa muda mereka pernah dipersembahkan untuk republik.
Di situlah sejarah menjadi manusiawi.
Dan di situlah republik diuji.
Bukan pada saat ia meminta rakyatnya berkorban.
Tetapi pada saat ia harus mengingat orang-orang yang telah berkorban setelah kepentingan politik berubah.
Sebab bangsa yang besar bukan bangsa yang tidak pernah salah membaca sejarah.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang berani membuka kembali lembar sejarahnya.
Membaca luka-lukanya.
Mengakui manusia-manusia yang pernah berdiri di dalamnya.
Lalu merawat mereka sebelum semuanya terlambat.