Darah Rakyat Timor di Meja Hijau, Suatu Perjuangan Yang Sia-sia

| Editor: redaksi
IMG-20260811-WA0004_copy_270x230

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Tubuh boleh pulang.

Tetapi ingatan tidak selalu ikut pulang.

Dan ketika masyarakat mulai lupa, seorang veteran bukan hanya menghadapi sisa trauma dari medan perang.

Ia menghadapi trauma kedua.

Penggiringan sistematis atas kontribusi berdarah mereka agar keluar dari narasi pahlawan nasional menciptakan trauma psikologis lapis kedua yang jauh lebih destruktif daripada desingan peluru musuh di medan gerilya.

Sebab kali ini yang datang bukan musuh dari seberang.

Yang datang adalah pengabaian dari bangsa yang mereka bela.

Pengkhianatan dalam bentuk pengabaian oleh bangsa sendiri menjadi puncak tertinggi dari segala jenis kepedihan eksistensial manusia.

Apabila kita menyejajarkan nasib tragis mereka dengan para serdadu yang terlupakan di Vietnam Selatan, kita seperti sedang membuka sebuah lapisan lain dari sejarah.

Ia membongkar kedok politik global yang selalu memiliki sisi paling kelam.

Di sana nilai kemanusiaan individu sering dikorbankan di atas altar perdamaian makro yang semu dan penuh kepentingan.