Nyala Asa di Bumi Flores, Prolog: Saat Bumi Flores Menangis

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG_3153_copy_1008x756_copy_403x302_copy_302x226

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Pada pukul 11 siang, kami melanjutkan perjalanan ke arah timur kota Maumere ke Kangae, sebuah kecamatan kecil yang terdampak gempa, di mana puluhan orang masih tinggal di tenda tenda darurat sambil menanti penuh harap akan usainya gempa yang masih bagai tanpa henti mengguncang bumi Pulau Flores.

Perjalanan yang seyogianya ditempuh dalam tiga puluh menit menjadi hampir satu jam karena terdapat beberapa kerusakan jalan di medan yang cukup menantang melewati bukit dan jalanan terjal yang sesekali dihiasi jurang dan hutan di sisi kiri dan kanan kami.

Bacaan Lainnya

Setiba di Kangae, kami langsung menuju sebuah pojok perkampungan di mana BPBD mendirikan tenda darurat bagi para warga, terutama para Ibu dan anak anak.

Situasi menjadi sangat mengharukan saat kami disambut dengan antusias oleh warga  dan camat setempat. Saya menyempatkan waktu untuk duduk bersama dengan para Ibu yang duduk duduk di dalam tenda sambil mengasuh anak anak mereka.

Tergeletak di lantai ada beberapa bantal, selimut, juga beberapa kasur lipat tipis yang tampak berdebu.

Pos terkait