Nyala Asa di Bumi Flores, Prolog: Saat Bumi Flores Menangis

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG_3153_copy_1008x756_copy_403x302_copy_302x226

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Peristiwa ini menjadi guncangan terkuat di wilayah Nusa Tenggara Timur sejak tragedi kelam gempa dan tsunami Flores pada tahun 1992 silam yang menewaskan lebih dari 2.000 jiwa. Tepat 34 tahun kemudian, bumi Flores kembali diuji dengan cobaan yang maha berat.

Guncangan berkekuatan M7.7 tersebut dirasakan luas hingga ke Pulau Sumba, Sumbawa, Lombok, bahkan menyeberang jauh hingga Kota Makassar di Sulawesi Selatan. Di pusat-pusat kota seperti Maumere, Ende, dan Ruteng, ratusan ribu warga menyelamatkan diri dalam kepanikan, berlari keluar rumah saat fajar pagi itu hanya mengenakan pakaian seadanya seperti daster dan sarung tidur.

Bacaan Lainnya

Karena episentrum berada di laut dengan kedalaman yang dangkal, BMKG dengan sigap mengeluarkan peringatan dini tsunami hanya dalam kurun waktu 5 menit setelah guncangan pertama.

Peringatan tersebut terbukti nyata. Tsunami lokal terbentuk dan menerjang kawasan pesisir. Di wilayah pesisir Kabupaten Sikka dan Ngada, tinggi gelombang laut tercatat mencapai angka 1,61 meter. Sejumlah perahu nelayan terseret arus deras, sementara rumah-rumah panggung di bibir pantai hancur diterjang gelombang tinggi.

Pos terkait