Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Untuk itu perusahaan mengambil langkah pada tahun 2025 dimana gaji karyawan tidak dibayar sepenuhnya sesuai kontrak, tapi sisanya dalam bentuk garam. Ketika garam sudah terjual maka sisa gaji yang belum terbayarkan akan diselesaikan.
“Selama ini, semua pengeluaran, termasuk gaji karyawan, kita dibantu atau ditopang oleh perusahaan lain. Kita tidak boleg bergantung atau menetek terus dari pihak lain. Kita harus mandiri supaya perusahaan ini sehat. Untuk itu kita tempuh kebijakan baru dimana gaji karyawan yang besarnya 1,250 juta dibayar dulu 300 ribu. Sisa gaji mereka tersimpan dalam bentuk garam. Kalau garamnya sudah terjual maka gaji mereka yang tadinya masih sisa, kita bayarkan semua,” papar Marthen.
Dia mengakui bahwa, kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan menimbulkan banyak isu miring di luar yang coba dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan keberadaan PT nataga Raihawu Industri di Sabu Raijua. Dia meminta agar para karyawan tambak garam maupun masyarakat tidak usah terpengaruh dengan siu yang sengaja dihembuskan secara liar untuk merugikan perusahaan.
