Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Saat ini kata Marthen Dira Tome, pihaknya sedang melakukan pendekatan kembali dengan para pengusaha yang dulu membeli garam dari Sabu Raijua sehingga mereka kembali menjalin hubungan bisnis untuk membelki garam dari Sabu Raijua. Jika garam yang ada di gudang terjual habis maka sudah bisa membiayai gaji karyawan untuk dua hingga tahun kedepan serta bisa mengembangkan lahan tambak menjadi lebih luas dan bisa menampung lebih banyak pekerja.
“Jadi bukan seperti kata orang bahwa garam kita tidak laku. Kita punya garam yang sangat berkualitas. Kita hanya kehilangan kepercayaan dari pengusaha dari luar yang selama ini membeli garam dari Sabu karena kita kehabisan stok. Jika garam kita sudah terjual habis maka cash flow kita akan berjalan lancar dan apa yang menjadi hak karyawan akan segera kita selesaikan. Kita harap dalam beberapa waktu kedepan, garam sudah bisa terjual,” harap Marthen.
Marthen Dira Tome mengaku optimis dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan menghentikan impor garam konsumsi tahun 2025 ini. Kebijakan tersebut adalah angin segar bagi daerah yang sedang mengembangkan lahan garam dimana salah satu daerah yang kini gencar membuka lahan tambak garam adalah Sabu Raijua yang oleh menteri KKP telah ditetapkan sebagai modeling pembangunan tambak garam di Indonesia, sehingga bisa berkontribusi dalam pemenuhan garam konsumsi nasioal.
