Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Ini bukan sekadar keramik pecah atau ruang belajar kurang nyaman. Ada lantai yang ambles, dinding retak, dan bagian bangunan yang tampak terpisah. Saya sendiri merasa khawatir ketika berdiri di dalamnya. Keselamatan anak-anak dan guru harus menjadi prioritas,” ujar Winston.
Kerusakan tersebut telah memengaruhi kegiatan belajar. Di salah satu kelas, posisi duduk siswa terpaksa diubah dengan hanya memanfaatkan bagian ruangan yang tersisa. Namun, keamanan bagian tersebut tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis.
Winston meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan BPBD untuk memeriksa struktur bangunan serta kondisi tanah.
“Hasil asesmen harus menjadi dasar penentuan penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan pembangunan kembali atau pemindahan ruang belajar ke lokasi yang lebih aman,” katanya.
Winston juga meminta, ruangan yang rusak untuk tidak digunakan dalam sementara waktu.
“Sambil menunggu pemeriksaan teknis, ruangan yang mengalami kerusakan itu sebaiknya tidak digunakan terlebih dahulu. Dinas bersama sekolah perlu menyiapkan tempat belajar sementara yang aman agar pembelajaran tetap berjalan,” tegasnya.





