Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang — Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam mengelola anggaran Rp500 miliar, mengadopsi sistem manajemen risiko berstandar global, yang terintegrasi sebagai fondasi utama merombak tata kelola birokrasi kampus.
Langkah strategis ini ditandai dengan pembukaan Workshop dan Pelatihan Manajemen Risiko di Aula Prof. Agus Benu, Gedung Pascasarjana Lantai III Undana, Kupang, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang bergulir selama empat hari hingga Sabtu (11/7/2026) ini merupakan hasil kerja sama taktis antara Satuan Pengawas Internal (SPI) Undana dengan lembaga konsultan nasional PT Hanriz Utama Indonesia.
Dalam arahannya, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng memaparkan bahwa menahkodai PTN terbesar di NTT, dengan populasi melebihi 35 ribu mahasiswa, dan perputaran anggaran jumbo mendekati Rp500 miliar, merupakan amanah berisiko tinggi.
“Manajemen risiko harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap lembar keputusan di Undana. Kita harus mampu mengenali potensi masalah dan mengukur dampaknya sebelum berkembang menjadi krisis kelembagaan,” tegas Jefri Bale.
