Kolaborasi Akademisi dan LSM Internasional, Perkuat Komitmen Tekan Stunting di NTT

Reporter: win 
| Editor: Redaksi
jeje-7-of-30-1024x683_copy_512x341_copy_384x255_copy_307x204

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

BarometerNTT.com, Kupang – Program Studi Sosiologi FISIP Undana berkolaborasi dengan The Meros Center, USA, menggelar seminar diseminasi hasil penelitian di Aula FISIP Undana, Selasa (21/7/2026).

Seminar bertajuk “Understanding the Socio-Cultural and Religious Factors on Stunting Prevalence in East Nusa Tenggara” ini menghadirkan akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerintah, LSM, hingga masyarakat, untuk membahas temuan riset, dan memperkuat komitmen penanganan stunting di NTT melalui pendekatan sosial-budaya dan keagamaan.

Bacaan Lainnya

Dekan FISIP Undana, Prof. Dr. Drs. William Djani, M.Si., menyebut prevalensi stunting nasional 2022 menurut Bank Dunia berada di angka 31,8 persen. Sementara di NTT, angkanya masih 33,1 persen pada 2025.

Dari sisi administrasi publik, William menilai stunting terjadi karena masalah, pada formulasi dan implementasi kebijakan, serta lemahnya kolaborasi antar aktor.

Dari sudut sosiologi, faktor budaya juga sangat berpengaruh. Ia berharap kolaborasi ini berlanjut ke pengabdian masyarakat, publikasi jurnal internasional, hingga peningkatan akreditasi prodi.

Pos terkait