Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Pasti tidak stabil kondisi keluarga ini. Mereka tidak punya keluarga juga di Kupang, terpaksa mereka ngekos, sangat memprihatinkan, kebun, ternak mereka tinggalkan, hanya bawa pakaian di badan,” ujarnya.
SPK mengaku, kunjungannya ini untuk memastikan, bahwa korban mendapat perawatan medis yang baik, serta memastikan keluarganya memiliki tempat berteduh sementara di Kupang.
“Mereka dalam keadaan yang sangat membutuhkan, semoga banyak orang yang membantu saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi,” ujarnya
Dikatakan SPK, bencana erupsi Gunung Lewotobi telah memberikan banyak pelajaran dan inspirasi, terkait program mitigasi dan langkah penanggulangan bencana di NTT jika terpilih sebagai Gubernur.
“Bukan hanya sekedar bagaimana kita menghadapi bencana, namun juga bagaimana kita bisa menyentuh hal kebutuhan pribadi para korban bencana. Rehabilitasi harus tuntas,” pungkasnya.
Alfonsus Mus Koban (52) warga Desa Dulipali, Kecamatan Ilebura, Flores Timur, yang merupakan korban erupsi mengatakan kakinya harus diamputasi karena terkena larva panas saat hendak menyelamatkan diri saat Gunung Lewotobi meletus pada 4 November 2024 malam.
