Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Alfonsus yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan menuturkan, saat itu dirinya mendengar letusan gunung yang berjarak kurang lebih 3 kilo meter dari rumahnya.
“Kejadian sekitar jam 12 malam, saat dengar letusan saya berlari keluar dari rumah, karena kondisi gelap tidak kelihatan ada lubang yang disebabkan lava panas, saya jatuh ke dalam lubang dan terasa panas, saya injak lava itu, seperti terbakar kaki saya,” ujarnya.
Alfons kemudian meminta tolong, dan langsung diangkat oleh anggota keluarganya ke mobil pick up. Kemudian dibawa ke Puskesmas Lewolaga, ternyata puskesmas mengharuskan dirinya dirujuk ke RSUD Larantuka dan menjalani operasi amputasi pada kaki.
Setelahnya Alfons dirujuk lagi ke RSUD W.Z. Johannes Kupang pada 15 November 2024 lalu, karena kakinya yang satunya lagi juga harus di operasi. Ia akan menjalani tiga kali operasi lagi pada kakinya.
“Dokter menyarankan, agar kaki yang satunya harus amputasi juga,” kenang Alfons.
Alfons bersama seluruh anggota keluarga yang berjumlah lima orang saat ini berada di Kupang. Mereka sementara ini tinggal di kos di sekitar RSUD W.Z. Johannes.
