Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ekosistem ini tumbuh subur berfondasikan budaya “bersyukur dan berkumpul” masyarakat Kupang yang kuat, didorong oleh perubahan pola konsumsi dan dikatalisasi oleh media sosial.
Dampaknya terhadap perekonomian kota sangat signifikan: penyerapan tenaga kerja yang massif, uang yang berputar di lokal (local economic multiplier effect), dan pelestarian budaya yang memiliki nilai ekonomi.
Kegaduhan sebagai Biaya Sosial
Namun, seperti dua sisi mata uang, denyut ekonomi ini kerap menghasilkan eksternalitas negatif: kebisingan dan gangguan ketertiban bagi warga yang tidak terlibat dalam pesta.
Inilah yang melatarbelakangi terbitnya Surat Edaran Walikota Kupang No 206.a/Setda.100.3.4.3/IX/25 TAHUN 2025, tentang batas waktu pelaksanaan kegiaatan malam di wilayah Kota Kupang.
Dari kacamata ekonomi, kebijakan ini adalah sebuah intervensi yang diperlukan untuk mengoreksi kegagalan pasar, di mana biaya sosial yang ditanggung masyarakat, tidak diperhitungkan dalam kalkulasi biaya penyelenggara event.
Kebijakan ini, bagaimanapun, bukan tanpa risiko ekonomi.
