Tambak Garam Bantuan KKP Jadi Polemik, Marthen Dira Tome Klaim Selamatkan Aset yang Terbengkalai

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20260803-WA0002_copy_320x240

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Pemilik Lahan Dukung PT NRI
Sementara itu, pemilik lahan tambak di Desa Deme, Marthen Pili Mangi, menyatakan tetap mempercayakan pengelolaan enam hektare lahannya kepada Marthen Dira Tome.

Pili Mangi mengatakan memilih bekerja sama dengan mantan Bupati Sabu Raijua tersebut karena dinilai memiliki pengalaman mengembangkan tambak garam menggunakan teknologi geomembran sejak 2023.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebelum program revitalisasi KKP berjalan, pembangunan tambak di lahannya sebenarnya telah dimulai, tetapi belum sampai tahap produksi.

Setelah proyek revitalisasi selesai dan aset diserahkan kepada pemerintah daerah melalui Koperasi Ei Peringi Rai, tambak tersebut justru tidak dimanfaatkan dalam waktu cukup lama.

“Karena lama tidak ada aktivitas, dari pihak koperasi disampaikan kepada kami sebagai pemilik lahan agar bila memungkinkan tambak dikelola sendiri atau bekerja sama dengan pihak lain supaya tidak rusak,” katanya.

Atas dasar itu, ia kemudian menjalin kerja sama bagi hasil dengan Marthen Dira Tome. Kini, tambak tersebut disebut telah kembali menghasilkan garam.

Pos terkait