Tambak Garam Bantuan KKP Jadi Polemik, Marthen Dira Tome Klaim Selamatkan Aset yang Terbengkalai

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20260803-WA0002_copy_320x240

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Marten menuturkan, setelah proyek revitalisasi selesai, tambak tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan kemudian dikelola oleh Koperasi Ei Peringi Rai.

Namun hingga pertengahan Juli 2026, tambahnya, sebagian besar tambak disebut tidak beroperasi, sehingga mulai mengalami kerusakan.

Bacaan Lainnya

“Koperasi kemudian menyerahkan kembali kepada pemilik lahan untuk dikelola sendiri, atau bekerja sama dengan pihak lain. Karena itu kami diminta masuk untuk mengelolanya agar kembali berproduksi,” ujarnya.

Marthen menilai kehadiran pihaknya justru membantu menghidupkan kembali tambak yang sebelumnya terbengkalai.

“Semestinya bupati berterima kasih kepada kami karena setelah kami mengelola tambak itu, pemerintah melalui koperasi mulai berbenah dan tambak-tambak lain mulai beroperasi walaupun belum semuanya berhasil menghasilkan garam,” katanya.

Marthen juga menyampaikan, sebelum program revitalisasi pemerintah berjalan, pihaknya telah lebih dahulu membangun kawasan tambak tersebut.

Marten menegaskan PT NRI sebenarnya memiliki kawasan tambak sendiri sehingga tidak memiliki kepentingan menguasai aset pemerintah.

Pos terkait