Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang – Menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral, karena mengakibatkan keracunan yang dialami ratusan pelajar, DPRD Provinsi NTT menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).
RDP yang digelar secara tertutup, di ruang Kelimutu, Senin (28/7/2025), menghadirkan Dinas Kesehatan NTT, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT dan Badan Gizi Nasional (BGN) NTT.
“Ini niat baik Presiden Prabowo, untuk memberi gizi kepada anak-anak Indonesia, tapi pada implementasinya sangat buruk,” ujar anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin usai RDP.
Diakui Ana Kolin, di program ini ada efek domino, yang sangat tidak diinginkan oleh semua, dan beritanya cukup viral.
“Update terakhir korban keracunan dari Daratan Sumba dan Kota Kupang, jumlahnya mencapai 215 anak, tapi ingat, jangan sampai ini jadi fenomena gunung es, ada sekolah yang mengalami tapi belum terekspos,” ujar Ana Kolin.
Menurut Ana Kolin, program ini perlu dievaluasi, lebih cepat lebih baik, karena kalau dipertahankan, dikhawatirkan akan makan korban lagi.
