Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Dengan demikian, tambah Farid, pembatasan jam malam, diyakini mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakat, dan menumbuhkan sikap saling menghormati antarwarga.
“Tidak hanya berdampak secara sosial, HMI juga menilai aturan ini memiliki manfaat ekonomi. Pembatasan jam malam akan membantu menjaga produktivitas pekerja dan pelaku usaha, sekaligus mendorong profesionalisme penyelenggara acara agar menata jadwal kegiatan secara lebih teratur,” urainya.
Selain itu, lanjut Farid, berkurangnya konflik sosial maupun gangguan kesehatan akibat kebisingan juga dinilai dapat menekan biaya sosial-ekonomi yang selama ini membebani masyarakat.
“Dari sudut pandang politik dan tata kelola pemerintahan, HMI menilai langkah Wali Kota Kupang, mencerminkan keberpihakannya terhadap aspirasi warga,” ujar Farid.
Dikatakan, kebijakan ini dipandang sebagai upaya menegakkan aturan yang adil dan responsif terhadap kebutuhan publik, sekaligus wujud komitmen pemerintah untuk menciptakan kota yang lebih tertib dan harmonis.
