Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Tetapi mengapa telepon menteri sok hebat, Ansy juga begitu, telepon BNPB, di sana itu sudah ada aturannya, jadi muak sekali, saya rasa tidak etis, cara pejabat bukan cara seperti ini. Yang benar itu, masuklah ke rumah orang – orang miskin,” tandas WJR.
Lebih lanjut wartawan senior ini mengaku kagum dengan sosok SPK, yang bersahaja dan tidak mengumbar kedekatan dengan orang – orang di lingkaran kekuasaan, kendati memiliki kolega di sana.
“Saya mengagumi cara kampanye SPK, sudah pernah bertatap muka dengan Presiden Prabowo, tetapi dia tidak pernah mengangkat telepon atau mencari muka di pejabat pusat,” ungkap WJR.
Bahkan saat gunung Lewotobi meletus, imbuh WJR, beliau langsung pergi ke sana malam – malam, membawa bantuan bagi korban erupsi, tanpa menunjukan identitasnya sebagai calon gubernur, ini adalah pemimpin yang memiliki hati yang tulus.
Bahkan saat konser amal di Lapangan Sitarda Kupang, lanjut WJR, SPK, nyaris tidak menghadiri konser kemanusiaan itu, karena masih berbagi cerita dengan masyarakat di pedalaman Sumba.
