Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang — Para Kepala Sekolah (Kepsek) diminta untuk memainkan peran strategis, sebagai mediator dan penjaga stabilitas di lingkungan sekolah.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, saat pelepasan rekan kerja dan kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas, di SD Bertingkat Oebobo, Kota Kupang
Jumat (6/2/2026).
Permintaan tersebut, menyusul beredarnya informasi dan surat edaran, terkait rencana dirumahkannya sejumlah tenaga administrasi.
Dalam suasana yang sarat refleksi dan keprihatinan, Ernest menegaskan bahwa para kepala sekolah tidak boleh membiarkan kegelisahan berkembang menjadi konflik, apalagi dimanfaatkan untuk memprovokasi tindakan yang melanggar aturan.
“Saya minta kepala sekolah bisa memediasi dengan baik. Jangan sampai ada yang menjadi pemanas suasana atau mengajak orang lain melakukan hal yang tidak benar,” tegas Ernest.
Ernest menekankan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan berbagai upaya sesuai kewenangan yang ada. Karena itu, seluruh pihak diminta tetap taat pada regulasi dan menjaga kondusivitas, meskipun situasi yang dihadapi tidak mudah.
Purna Tugas: Bukan Akhir Pengabdian
Dalam kesempatan tersebut, Ernest Ludji juga menyampaikan refleksi mendalam tentang makna masa akhir pengabdian bagi aparatur sipil negara (ASN), khususnya guru dan kepala sekolah.
Menurutnya, tidak semua orang diberi kesempatan untuk mencapai masa pensiun dengan utuh, sehingga mereka yang berhasil sampai pada tahap itu patut bersyukur.
