OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Mei 2026 Kokoh di Tengah Tekanan Inflasi Global

Reporter: win 
| Editor: Redaksi
IMG-20260607-WA0003_copy_528x297

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Di sektor pasar modal, pasar saham domestik mengalami fase konsolidasi sepanjang Mei 2026 di tengah tingginya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38 atau terkoreksi 11,92 persen secara month to month (mtm) dan 29,14 persen secara year to date (ytd). Meskipun demikian, kondisi pasar modal domestik masih menunjukkan ketahanan dengan likuiditas yang tetap terjaga.

Bacaan Lainnya

Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread pasar saham domestik tercatat sebesar 1,50 persen, meningkat dibandingkan April 2026 sebesar 1,33 persen. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) melonjak menjadi Rp22,86 triliun dari sebelumnya Rp18,51 triliun. Investor asing masih mencatatkan net sell di pasar saham sebesar Rp4,10 triliun, meskipun lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai Rp17,02 triliun.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Mei 2026 ditutup pada level 437,26 atau menguat 0,32 persen secara mtm, meskipun masih turun 0,81 persen secara ytd. Yield Surat Berharga Negara (SBN) rata-rata meningkat 5,61 basis poin secara mtm dan 56,22 basis poin secara ytd akibat dinamika persepsi risiko yang dipengaruhi ketidakpastian global.

Pos terkait