Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Perkembangan tersebut meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta volatilitas pasar keuangan, terutama terkait aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional.
Di dalam negeri, aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Dari sisi penawaran, sektor manufaktur kembali mencatatkan ekspansi pada Mei 2026. Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi domestik relatif terjaga dengan inflasi yang meningkat seiring tekanan harga energi global, namun masih berada pada level yang terkendali.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja sektor eksternal masih memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, kinerja sektor jasa keuangan tetap solid. Intermediasi keuangan tumbuh positif dengan tingkat solvabilitas yang tetap terjaga pada level yang tinggi.





