Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana), resmi menjadi pusat konsolidasi arah pendidikan nasional.
Ajang berskala nasional yang mempertemukan pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari 32 universitas ini berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perhelatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, serta dihadiri langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., jajaran wakil rektor, serta para delegasi lintas negara.
Forum ini difokuskan untuk merumuskan cetak biru (blueprint) transformasi pendidikan calon guru guna menghadapi disrupsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Transformasi Radikal
Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, dalam sambutan akademiknya menegaskan bahwa institusi pencetak guru tidak boleh sekadar menjadi penonton pasif di tengah gelombang digitalisasi global.
Jefri menyebut forum yang menghimpun pemikiran lebih dari 50 FKIP negeri ini, harus menjadi pemutus mata rantai kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah di Indonesia, melalui penguatan kemitraan riset dan pertukaran mahasiswa.
“Kita tidak boleh terjebak dalam narasi keterbatasan. Terlebih dengan adanya program nasional seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, daerah seperti NTT harus bergerak cepat menyiapkan SDM unggul. Guru harus menjadi motor penggerak utama,” tegas Jefri.
Arah perubahan kurikulum tersebut dibedah secara mendalam pada Diskusi Nasional, Jumat (5/6/2026), oleh Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D.
Ardi memaparkan urgensi penerapan metode deep thinking skills dan deep learning approach agar lulusan LPTK siap mengajar dalam ekosistem Society 5.0 yang berbasis data makro (big data).
Ketua Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, M.Si., menggarisbawahi bahwa seluruh hasil dari sidang komisi—termasuk tata kelola Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan sistem akreditasi program studi—tidak akan berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan langsung diserahkan kepada kementerian terkait sebagai draf rekomendasi kebijakan nasional.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut mengapresiasi terobosan ini. Berkaca pada masa transisi pandemi Covid-19, ia mengingatkan bahwa adaptasi teknologi yang berjalan linier harus diimbangi dengan penanaman karakter moral yang kuat pada peserta didik.
Urgensi dari pelaksanaan Forkom 2026 di Kupang ini merupakan pembuktian bahwa sentra perumusan kebijakan akademik nasional tidak lagi berpusat di wilayah barat Indonesia, melainkan telah bergeser secara inklusif ke wilayah timur.
Melalui integrasi kurikulum berbasis AI, perluasan jaringan ke Timor Leste, serta penyusunan rekomendasi PPG yang adaptif, FKIP Undana berhasil memosisikan diri sebagai aktor utama yang menentukan arah baru kualitas guru Indonesia yang kompeten, kompetitif, dan berkarakter luhur. (*)





