Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ia menegaskan, keberagaman budaya bukan sekadar warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat menjadi modal strategis dalam memperkuat daya saing daerah.
“Bagi Kota Kupang yang bertumpu pada sektor jasa, budaya memiliki potensi besar sebagai daya tarik. Identitas budaya mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra kota,” katanya.
Komitmen tersebut, lanjutnya, telah diwujudkan Pemerintah Kota Kupang melalui penyelenggaraan Karnaval Budaya pada peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 sebagai Daerah Otonom beberapa waktu lalu. Untuk pertama kalinya, seluruh etnis yang hidup di Kota Kupang dilibatkan dalam satu panggung kebersamaan.
“Karnaval budaya pada HUT Kota Kupang menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan,” jelas dia.
Keikutsertaan Kota Kupang dalam Karnaval Budaya Nusantara menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang berlangsung di Kota Medan pada 28 Juni – 4 Juli 2026 mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat.”





