Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Salah satu isu yang mendapat perhatian kuat dalam audiensi tersebut adalah tragedi yang selama ini dikenal masyarakat sebagai “Provinsi Seribu Peti Jenazah”.
Komisi V DPRD NTT menyoroti fakta bahwa terlalu banyak pekerja migran asal NTT pulang bukan membawa harapan, melainkan kembali dalam peti jenazah.
Ironinya, banyak keluarga miskin bahkan tidak mampu membawa jenazah dari Kupang kembali ke desa asal di pulau-pulau karena keterbatasan biaya transportasi.
Karena itu DPRD NTT meminta adanya skema perlindungan khusus berupa bantuan pemulangan jenazah sampai ke kampung halaman, melalui SOP khusus wilayah kepulauan, serta dukungan transportasi lintas pulau bagi keluarga PMI.
Selain itu, Komisi V DPRD NTT juga menyoroti maraknya trafficking dan perekrutan ilegal sampai tingkat desa.
Menurut DPRD NTT, banyak keluarga di desa tidak mampu membedakan antara penyalur resmi dan jaringan perdagangan orang. Akibatnya, banyak PMI nonprosedural sesungguhnya merupakan korban sistem dan korban trafficking.
