Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Mereka yang terus bertahan menjaga Merah Putih tetap berkibar hingga detik-detik terakhir menjelang referendum yang berdarah.
Mereka bukan sekadar nama dalam daftar.
Mereka adalah manusia yang pernah menyerahkan masa muda kepada sebuah keyakinan tentang negara.
Dan ketika negara kemudian mengubah arah sejarah, pertanyaan yang tersisa bukan semata tentang siapa menang dan siapa kalah.
Pertanyaannya jauh lebih dalam.
Siapa yang masih mengingat mereka ketika sebuah wilayah yang dahulu mereka pertahankan akhirnya tidak lagi menjadi bagian dari republik?
Berdasarkan analisis daftar resmi militer oleh sejarawan Garry van Klinken dalam Indonesian Casualties in East Timor, diperkirakan sekitar 3.600 orang Indonesia tewas dalam pertempuran selama kurun waktu 1975 hingga 1999.
Angka itu bukan sekadar statistik.
Di dalamnya terdapat sekitar 2.100 tentara reguler. Sisanya adalah milisi serta tenaga pendukung kemanusiaan.
Angka-angka tersebut membawa kita kepada satu kenyataan yang sering luput dari ingatan publik.
