Darah Rakyat Timor di Meja Hijau, Suatu Perjuangan Yang Sia-sia

| Editor: redaksi
IMG-20260811-WA0004_copy_270x230

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Setengah dari total korban tewas justru terjadi setelah tahun 1978.

Artinya, pertempuran tidak berhenti ketika babak awal operasi militer berakhir. Konflik itu bergerak ke bentuk lain. Lebih kecil skalanya namun panjang napasnya.

Low-intensity warfare tetap berlangsung di pedalaman gunung dan hutan.

Ia berlangsung ganas.
Konstan.
Dan mematikan.

Selama dua dekade berikutnya hingga 1999, masih ada manusia yang kehilangan nyawa di medan yang jauh dari sorotan dunia.

Di sanalah persoalan ini menjadi lebih rumit.

Sebab sejarah perang tidak selalu berakhir ketika sebuah operasi dinyatakan selesai. Ada perang yang terus hidup dalam patroli, penyergapan, gerilya dan kehidupan sehari-hari mereka yang berada di garis depan.

Ada darah yang terus mengalir bahkan ketika dunia mulai menganggap sebuah konflik telah menjadi masa lalu.

Namun dunia hukum sering berbicara dengan bahasa teknis yang sangat asing bagi hati manusia yang terluka.

Perjuangan Hukman Reni di Mahkamah Konstitusi akhirnya harus kandas di ujung ketukan palu hakim pada sidang putusan akhir Agustus 2024.