Darah Rakyat Timor di Meja Hijau, Suatu Perjuangan Yang Sia-sia

| Editor: redaksi
IMG-20260811-WA0004_copy_270x230

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Ada paralelisme yang mengerikan sekaligus menyayat hati antara mereka yang kalah di Saigon dan mereka yang terlupakan setelah Operasi Seroja berganti status hukum.
Dari pahlawan garda depan mereka perlahan berubah menjadi catatan kaki yang canggung dalam naskah sejarah modern.

Mari kita selami gelombang ingatan yang bergerak lambat di sela-sela reruntuhan sejarah.
Ada subjek-subjek yang terasing di tanah airnya sendiri. Mereka hidup tanpa pernah tahu kapan keadilan akan berpihak kepada ingatan masa muda mereka.

Dalam dokumenter tentang sisa tentara Angkatan Bersenjata Republik Vietnam, kita melihat para lelaki tua berkaki satu yang menghabiskan hari dengan menjual lotre di pinggiran jalan Kota Ho Chi Minh yang dulu bernama Saigon.

Kebanggaan mereka telah remuk. Tatapan mereka kosong.

Mereka tidak hanya kehilangan negara yang mereka bela. Mereka juga kehilangan hak untuk diingat sebagai manusia yang pernah mempertaruhkan nyawa di bawah desingan peluru.

Negara baru menganggap mereka sebagai hantu masa lalu yang terlalu canggung untuk dibahas dalam forum internasional.