Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
βKita harus realistis dan fokus. Prestasi tidak lahir dari pemerataan semu, tetapi dari keberanian menentukan prioritas,β ujarnya.
Winston menyebut sejumlah cabor yang secara objektif memiliki peluang prestasi di PON 2028, seperti sepak bola, tinju, atletik, bola voli, serta cabang-cabang bela diri. Penetapan cabor prioritas ini, lanjutnya, harus diikuti kebijakan pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang yang konsisten.
πππ¦ππ’π§πππ§ πππ«π£ππ§π£ππ§π πππ§ ππ©π¨π«π πππ’ππ§ππ
Winston juga mendorong pembinaan berjenjang berbasis wilayah, dengan kabupaten/kota sebagai basis talent scouting, sementara provinsi berperan sebagai pusat pematangan atlet.
Aspek lain yang ia tekankan adalah penerapan IPTEK dan sport science sebagai instrumen wajib pembinaan, bukan sekadar pelengkap.
βSecara realitas, atlet NTT lahir dari alam dan kultur, bukan dari sistem canggih. Justru karena itu, sport science menjadi alat koreksi ketimpangan agar atlet kita tidak kalah oleh sistem modern daerah lain di PON 2028,β katanya.





