Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kita ini generasi yang cerdas secara digital, tapi jangan biarkan ketakutan dan perbandingan sosial menghambat masa depan kita. Gunakan teknologi untuk berkarya, bukan untuk membandingkan diri,” jelas Serena.
Serena juga menyinggung fenomena sosial yang mengkhawatirkan di kalangan pelajar, seperti eksploitasi anak dan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Kupang.
Menurutnya, hal ini menjadi panggilan bagi semua pihak, baik guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat untuk hadir mendampingi generasi muda.
“Guru harus jadi penuntun jiwa, orang tua menjadi pendengar, dan pemerintah harus hadir, bukan sekadar menonton. Butuh seluruh desa untuk membesarkan satu anak,” tegas Serena
Dalam sesi motivasi, Serena mengajak peserta untuk tidak takut gagal dan terus mencoba.
“Jangan takut jatuh, karena hanya dengan jatuh kita belajar cara bangkit. Bintang tidak bisa bersinar tanpa kegelapan,” ujarnya.
Selain itu, Serena menyoroti terobosan Pemerintah Kota Kupang melalui Saboak Sunday Market di Taman Nostalgia, yang kini menjadi ruang kreatif dan ekonomi bagi UMKM muda.
