Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Karena itu, Lemhannas menilai inovasi Pemerintah Kota Kupang tersebut sebagai inovasi yang “excellent”.
Inovasi kegawatdaruratan Kota Kupang yang dipaparkan dr. Christian Widodo juga mendapat perhatian dari Direktorat Pendapatan Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.
Pejabat tersebut mendorong agar inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di RSUD S.K. Lerik, dapat dikembangkan menjadi inovasi nasional, dan direplikasi di rumah sakit daerah lainnya di Indonesia.
Menurut dia, model tersebut memiliki nilai strategis, karena berhubungan langsung dengan keselamatan pasien, yang berada dalam situasi kritis dan berpacu dengan waktu.
Ace Hasan menilai, persoalan administrasi tidak semestinya menjadi faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan pasien dalam kondisi darurat.
“Inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di Rumah Sakit S.K. Lerik Kupang ini perlu didorong menjadi inovasi nasional dan dapat dipakai di rumah sakit-rumah sakit daerah lain di Indonesia, sehingga bisa lebih banyak menyelamatkan nyawa yang bertarung dengan waktu. Jangan sampai ada nyawa yang hilang hanya karena masalah administrasi.”ujarnya. (*)





