Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Dalam presentasinya, Christian Widodo menjelaskan inovasi dana kegawatdaruratan, dengan dukungan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar.
Skema tersebut, diarahkan untuk memastikan pelayanan terhadap pasien dalam kondisi darurat, dapat dilakukan secara cepat tanpa terkendala persoalan pembiayaan.
Inovasi tersebut kemudian diperkuat dengan pemanfaatan command center sebagai instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan. Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh informasi secara lebih cepat sehingga respons terhadap kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara tepat dan terkoordinasi.
Di hadapan Gubernur Lemhannas RI, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Direktur Purnomo Yusgiantoro Center, serta perwakilan Lee Kuan Yew School of Public Policy, Christian Widodo menegaskan bahwa inovasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah gagasan atau program pelayanan kesehatan.
Menurut dia, keberlanjutan program merupakan bagian dari komitmen politik yang harus diwujudkan selama masa kepemimpinannya.





