Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menekankan pentingnya membangun sistem yang kuat dan berkelanjutan, bukan bergantung pada individu.
“Bangsa runtuh bukan karena tidak ada orang hebat, tapi karena tidak ada sistem yang kuat. Kita harus wariskan sistem, bukan sekadar kerja,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wali Kota juga menggagas inovasi baru dalam perayaan HUT Kota Kupang tahun ini, yakni karnaval budaya yang melibatkan seluruh suku dan komunitas diaspora di Kota Kupang.
“Karnaval dirancang sebagai ajang menampilkan kekayaan budaya dengan pakaian adat, tarian, serta identitas masing-masing Daerah,” tegas dia.
Christian bahkan menargetkan kegiatan ini menjadi agenda tahunan berskala besar yang dapat menarik wisatawan.
“Kita mulai saja dulu, tidak perlu sempurna. Nanti dari tahun ke tahun akan makin besar. Ini bisa jadi warisan budaya dan daya tarik Kota Kupang,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, menambahkan bahwa evaluasi kinerja pimpinan perangkat daerah akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar promosi, rotasi, hingga penonaktifan jabatan.





