Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Tagline Kemendikti Sainstek adalah Berdampak. Ini merupakan kontrak sosial bahwa seluruh aktivitas perguruan tinggi harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menekankan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi motor penggerak penyelesaian persoalan kemiskinan dan pengangguran.
“Perguruan tinggi harus menjadi problem solver. Kita harus mengubah paradigma berkompetisi menjadi berkolaborasi. Konsorsium perguruan tinggi di NTT harus melahirkan aksi nyata, bukan sekadar wacana,” tegas Fauzan.
Sementara itu, sambutan Penjabat Gubernur NTT yang dibacakan Plh. Sekda NTT, Yohanes Oktovianus, menyebutkan angka kemiskinan di NTT masih mencapai sekitar 1,03 juta jiwa, meski kemiskinan ekstrem telah berhasil ditekan menjadi 6,96 persen.





