Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Alokasi anggaran dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk menjaga efektivitas program pembangunan, mengoptimalkan pelayanan publik serta memastikan program pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur dapat berjalan secara efektif, transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Hingga 4 September 2026, realisasi pendapatan daerah Kota Kupang tercatat sekitar Rp766,091 miliar atau 59,56 persen dari target APBD murni sebesar Rp1,286 triliun. Sementara realisasi PAD mencapai sekitar Rp177,590 miliar atau 53,97 persen dari target Rp328,999 miliar.
Dalam rancangan perubahan APBD 2026, belanja daerah diusulkan meningkat sekitar Rp23,154 miliar atau 1,73 persen, menjadi sekitar Rp1,364 triliun. Sementara belanja modal direncanakan meningkat sekitar Rp17,630 miliar atau 13,32 persen. Salah satu komponen terbesar berada pada belanja jalan, jaringan dan irigasi yang mencapai sekitar Rp90,222 miliar, meningkat sekitar Rp15,566 miliar atau 20,85 persen.
Arah tersebut sejalan dengan penegasan Wali Kota bahwa belanja daerah harus didorong menjadi lebih produktif dan diarahkan berdasarkan prioritas serta urgensi, terutama pada program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Di bidang pelayanan dasar, alokasi untuk pendidikan dan kebudayaan mencapai sekitar Rp 441,188 miliar, sedangkan sektor kesehatan sekitar Rp170,652 miliar.





