Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
2.Menuntut pihak korporasi dan lembaga pendanaan agar mencabut segala rencana dan dukungan pendanaan yang berkontribusi terhadap kerusakan alam dan pemusnahan peradaban.
3.Memastikan keterlibatan perempuan secara bermakna dalam ruang-ruang pengambilan keputusan, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan perempuan.
4.Menuntut setiap pemerintah daerah yang baru terpilih, untuk mendengar dan mengakomodir penolakan masyarakat terdampak, dan tidak tunduk di hadapan PSN, pemerintah pusat, dan korporasi.
5.Memastikan partisipasi, akses,dan kontrol perempuan dalam mengelola sumber daya alam untuk kemandirian ekonomi dengan tetap merawat alam untuk kehidupan keberlanjutan.
6.Menuntut ketersediaan ruang yang setara bagi perempuan hingga di level paling bawah, dan memastikan suara perempuan di dengar dan diakomodir, bukan hanya dilihat secara kuantitas namun kualitas.
7.Menuntut gereja dan lembaga-lembaga agama untuk mengakomodir perempuan sebagai aktor transformatif gereja dalam hal keadilan iklim dan ekologi.





