Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, terus bekerja untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Berdasarkan data BPS NTT, pada Januari 2026 inflasi tahunan (year on year) NTT tercatat sebesar 3,34 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu (4,77 persen), sedangkan terendah di Timor Tengah Selatan (2,38 persen). Tekanan harga terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, inflasi bulanan (month to month) tercatat sebesar 0,65 persen.
Di sisi lain, ekonomi NTT pada Triwulan IV Tahun 2025 tumbuh 5,34 persen (yoy). Struktur ekonomi masih ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 28,58 persen, sementara dari sisi pengeluaran didorong oleh konsumsi rumah tangga sebesar 65,16 persen.
Melki Laka Lena menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus disertai pemerataan dan kualitas.
“Kita tidak mungkin menikmati pertumbuhan ekonomi yang baik jika hanya dinikmati segelintir orang. Yang harus kita pastikan adalah tetesan ke bawah, terutama bagi kelompok miskin ekstrem, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.





