Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan seluruh pemangku kepentingan, terus perkuat koordinasi pengendalian Inflasi, untuk NTT yang Lebih Sejahtera.
Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, saat membuka dan memimpin langsung High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi NTT di Kota Kupang, Senin (9/2/2026).
Dikatakan Melki Laka Lena, secara konsisten mengimplementasikan strategi 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, agar inflasi tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5±1 persen.
“Inflasi Provinsi NTT pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,34 persen (yoy), dan masih berada dalam kisaran sasaran. Kondisi pasokan serta stok komoditas pangan utama juga relatif terjaga,” ujar Melki Laka Lena.
Melki Laka Lena menegaskan bahwa isu inflasi tidak hanya soal angka statistik, melainkan menyangkut langsung kehidupan masyarakat.
“Berbicara tentang inflasi, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang isi dapur rakyat, daya beli keluarga kecil, dan kepastian hidup sehari-hari masyarakat kita. Stabilitas harga dan ketahanan pangan adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.





