Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kalau daerah lain bisa punya event kelas dunia, mengapa NTT tidak? Maka saya usulkan konsep ini, dan ternyata mendapat dukungan banyak pihak,” jelasnya.
Tour de EnTeTe menghadirkan 10 etape dengan panorama dan tantangan berbeda. Start dimulai dari Kota Kupang, berlanjut ke Timor Tengah Utara, lalu menyusuri perbatasan Indonesia–Timor Leste hingga finis di Atambua, Belu.
Pada etape ini, pembalap akan melewati jalur spektakuler di tepi pantai yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Etape selanjutnya membawa peserta melintasi Soe di Timor Tengah Selatan, kemudian bergeser ke Pulau Sumba dengan dua etape, yakni Tanarara–Waingapu dan Waingapu–Sumba Barat Daya.
Setelah itu, rombongan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules TNI menuju Flores untuk melanjutkan balapan dari Larantuka, Sikka, Ende, Ruteng, hingga finis di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Dengan panjang lintasan mencapai 1.500 km, Tour de EnTeTe 2025 dinobatkan sebagai balap sepeda dengan rute terpanjang di Indonesia.
Bagi Gubernur Melki, ajang ini memiliki empat tujuan besar, yakni, mengerek pariwisata, menggerakkan ekonomi rakyat, mempercepat infrastruktur, dan menampilkan budaya NTT.
