Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ada tiga fokus utama pelatihan:
Pertama, penyediaan pakan berkualitas melalui silase agar ternak tetap bergizi meski musim kemarau.
Kedua, kesehatan dan sanitasi ternak untuk mencegah penyakit dan menjaga bobot.
Ketiga, pengolahan limbah menjadi POC guna mengurangi pencemaran lingkungan desa.
Selama ini peternak di Kupang sering kesulitan pakan hijau saat kemarau. Kotoran sapi juga menumpuk dan mencemari lingkungan. Kondisi itu membuat biaya produksi tinggi dan pertumbuhan ternak lambat.
Melalui teknologi silase dan POC, dua masalah itu bisa diatasi. Peternak kini punya cadangan pakan murah yang tahan lama. Di sisi lain, limbah ternak berubah jadi pupuk bernilai ekonomis sekaligus menciptakan lingkungan lebih bersih.
“Dengan teknologi ini, peternak tidak lagi tergantung cuaca. Pakan tersedia, biaya turun, lingkungan juga bersih,” ujar salah satu anggota Kelompok Fetomone.
Transfer teknologi dari akademisi Undana ini diharapkan dapat mendongkrak produktivitas peternakan sapi potong dan memperkuat ketahanan pangan di Desa Baumata dan Kabupaten Kupang. (*/win)
