Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Dengan kesibukannya mengelola tambak garam ditempat lain, Madito tetap menyempatkan diri mengelola yang disini. Itu saya apresiasi sekali,” ujar Rukadi.
Menurut Rukadi, kalau lahan tambak garam yang sudah diberi membran ini dibiarkan terus, maka bisa menjadi kubangan sapi.
“Saya khawatir suatu waktu membran yang terpasang itu, bisa menjadi kubangan sapi, kalau tidak cepat dikelola,” ujar Rukadi.
Ketika Madito masih menjabat sebagai Bupati Sabu Raijua, kata Rukadi, sudah terbukti sebagai pekerja keras, dan banyak menciptakan program-program yang pro rakyat.
“Waktu itu saya masih jadi Ketua DPRD dan Madito sebagai Bupati. Saya pernah juluki dia sebagai ‘Bupati Sabu Raijua Gila’, itu karena program-programnya seperti tambak garam dan menanam di musim panas. Ternyata hasilnya, bisa dinikmati masyarakat,” papar Rukadi.
Rukadi berharap, pada pemilik lahan, terutama Koperasi yang sudah diberikan tambak garam oleh Pemerintah Pusat, dan juga Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, jangan buat terbengkalai bantuan di tempat yang lainnya.





