Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Menurutnya, Pemkot Kupang tidak berhenti pada belas kasihan kata-kata, melainkan menyediakan ruang nyata, agar saudara-saudara dengan disabilitas dapat menjadi subjek aktif dalam pelayanan gereja dan kehidupan sosial.
Walikota Kupang juga berpesan kepada peserta kegiatan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena ilmu yang diperoleh akan menjadi jembatan kasih agar tidak ada seorang pun yang merasa ditinggalkan dalam persekutuan umat Tuhan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Pengurus Insan Dengan Disabilitas tentang etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas yang disampaikan oleh Dina Noach, seorang penyandang disabilitas fisik yang memiliki tinggi badan hanya 90 cm.
Materi yang disampaikan membantu peserta untuk memahami konsep disabilitas dan etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.
Selanjutnya kegiatan difasilitasi oleh teman-teman tuli, dari komunitas tuli kupang, yang mengajarkan dan melatih peserta pelatihan yang berjumlah berjumlah sebanyak 41 orang, terdiri dari 8 orang dari Klasis Kota Kupang Timur, 11 orang dari Klasis Kota Kupang Barat dan 22 orang dari Klasis Kota Kupang tentang bahasa isyarat dasar mulai dari abjad, angka dan penggunaan bahasa isyarat, untuk istilah-istilah yang dipakai sehari-hari dalam berkomunikasi, yang disesuaikan dengan konteks daerah kupang, dan ada beberapa kata yang belum dibuatkan bahasa isyaratnya.





