Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Pembacaan Alkitab dilakukan oleh Agustinus Dilak, seorang tuna netra yang membacakan alkitab menggunakan huruf braille dan Pratama Risky Jusufi Lodo, seorang tuna netra memainkan organ mengiringi ibadah pembukaan.
Mengawali khotbah, Pdt. Leny H.F. Gana- Mansopu menyampaikan, hatinya merasa penuh kebahagiaan melihat keadaan peribadahan, dan merasa ibadah pembukaan ini terasa sempurna, karena tidak ada sekat yang membatasi setiap insan, untuk bisa beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pendeta Saneb Y. E. Blegur, dalam suara gembala menyampaikan, bahwa isu ramah disabilitas ini merupakan isu strategis pemerintah, sehingga ketika GMIT ingin mengambil peran dalam isu strategis ini, mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Lebih lanjut dikatakan bahasa isyarat itu adalah jembatan atau media komunikasi, untuk pemberitaan injil, sehingga dapat menjangkau jemaat, yang selama ini mengalami kendala dan keterbatasan untuk mendapatkan penginjilan.
Harapannya melalui pelatihan ini, dapat memberikan kemampuan bagi para pelayan untuk memberitakan Firman Tuhan kepada setiap jemaat termasuk kepada jemaat yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran.
