Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Annytha juga menekankan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah memastikan legalitas melalui Nota Kesepahaman (MoU). Setelah dasar hukum tersebut kuat, universitas akan segera membentuk Tim Task Force untuk mengeksekusi program secara teknis.
Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate, mengungkapkan bahwa urgensi pendirian kampus pariwisata ini, dipicu oleh rendahnya angka lulusan sekolah menengah yang melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi di SBD.
Dikatakan Yonatan, data menunjukkan, dari 1.800 lulusan SMK Pariwisata di wilayah tersebut, hanya sekitar 17 persen yang melanjutkan studi ke universitas.
“Banyak potensi wisata di Sumba, namun kualitas SDM lokal sering kali tidak diperhitungkan atau kalah bersaing karena minimnya pendidikan tinggi yang relevan. Akibatnya, putra daerah sulit menduduki posisi strategis di industri pariwisata,” jelas Yonatan.
Dampak Nyata
Kolaborasi ini merupakan manifestasi komitmen Undana sebagai “Kampus Berdampak” yang berupaya hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
