Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ia menyebut AI sebagai “akal imitasi” yang tidak bisa menggantikan nurani dan tanggung jawab manusia. Rektor juga meminta wisudawan menoleh ke belakang dan merenungkan pengorbanan orang tua yang hadir.
Memutus Rantai Ketergantungan
Kombinasi kritik terhadap ketergantungan AI dan pemaparan riset genomik lokal ini menjadi penanda arah baru Undana.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng ingin lulusan tidak terjebak meniru solusi generik dari luar, tetapi mampu menciptakan inovasi berbasis data dan persoalan NTT.
“Undana tidak mencetak penonton. Kami mencetak agen perubahan yang mandiri dan adaptif. Turun ke desa, bangun daerah dengan akal sehat dan mental yang tidak bisa diduplikasi mesin,” tutupnya.
Dengan 621 lulusan baru ini, Undana berharap lahir generasi yang tangguh, membumi, dan mampu memutus rantai ketergantungan formula impor demi kemajuan NTT. (*)
