PTTEP Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik dan Pusat Edukasi di Labuan Bajo

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

“Perubahan ini dapat dimulai dari diri kita sendiri, melalui kebiasaan memilah sampah organik dan non-organik,” tambah Rofi Alhanif

Aloysius Lahi perwakilan Asisten III Pemerintah Daerah Manggarai Barat menjelaskan, bahwa Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional terus berkembang pesat.

Bacaan Lainnya

“Peningkatan aktivitas pembangunan, pertukaran barang, serta kunjungan wisatawan dari berbagai negara tentu membawa dampak, termasuk terhadap pengelolaan lingkungan,” tegasnya.

Berdasarkan data, timbulan sampah di Manggarai Barat pada tahun 2025 mencapai 53.768,70 ton, dengan kapasitas pengelolaan sekitar 30.000 ton per tahun. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara lebih optimal.

“Pada kesempatan ini, Pemerintah Manggarai Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTTEP Indonesia atas inisiatif Program Positif Bajo,” kata Aloysius Lahi.

Program ini, lanjut Aloysius Lahi, menjadi langkah penting dalam mewujudkan Labuan Bajo yang bersih dan berkelanjutan. Dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pengolahan sampah yang telah tersedia dengan sebaik-baiknya.

Pos terkait