Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Selama ini kita terlalu fokus pada pengambilan air. Lewat BERGETAR, kami ingin mengubah pola pikir, bahwa yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga dan mengkonservasi air. Air hujan harus ditanam agar menjadi persediaan saat musim kering,” jelasnya.
Menurut Isidorus, gerakan tanam air ini merupakan program yang sangat sederhana, namun memiliki dampak besar dan luas jika dilakukan secara masif oleh masyarakat.
Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti sumur resapan, masyarakat dapat berperan langsung dalam menjaga ketersediaan air tanah.
“Kami berharap program BERGETAR ini bisa ‘menggetarkan’ banyak pihak, baik masyarakat, lembaga, maupun pemerintah, untuk bersama-sama melakukan gerakan tanam air. Jika semakin banyak air yang ditanam, maka semakin besar pula cadangan air yang kita miliki di musim kemarau,” tambahnya.
Program ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menyatakan dukungannya terhadap program BERGETAR dan berkomitmen untuk segera melakukan hal serupa di rumahnya.





