Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Bagi Yohanis Rambu Praing, langkah ini dinilai sebagai era baru bagi Bank NTT—menjadi bank daerah yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat NTT.
Dalam arahannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengakui, langkah strategis ini menjadi tonggak penting, dalam pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) sebesar Rp3 triliun, sebagaimana diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Ini bukan sekadar transaksi bisnis, ini adalah kerja politik pembangunan,” tegas Melki Laka Lena.
Menurut Melki Laka Lena, kolaborasi dengan Bank Jatim lebih dari sekadar penguatan modal, tapi juga merupakan gerbang menuju kerja sama ekonomi lintas daerah, dengan orientasi kuat pada pembiayaan sektor-sektor produktif.
“Arah Bank NTT ke depan akan lebih tajam. Fokusnya pada sektor produktif sebagai fondasi hilirisasi produk lokal, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan daerah,” jelas Melki Laka Lena.
Melki Laka Lena berharap, kerja sama ini juga mampu memperkuat berbagai program unggulan Bank NTT, seperti One Village One Product (OVOP) dan gerakan “Beli NTT”.





