Pemkab Kupang Bersinergi Implementasikan Program MRC dalam Layanan Terpadu Satu Atap

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Lokakarya dihadiri oleh 50 peserta lintas sektor, meliputi pemerintah daerah lintas OPD Kabupaten Kupang, BP3MI , Disnaker Provinsi NTT, aparat penegak hukum dan Satgas TPPO, Serikat Buruh Migran, Organisasi Masyarakat Sipil, gereja, purna pekerja migran Indonesia, akademisi, juga yang paling utama pekerja migran asal Kabupaten Kupang.

Forum ini menjadi ruang penting untuk mensinergikan kebijakan dan program daerah dengan upaya perlindungan pekerja migran yang lebih terintegrasi, preventif, dan berpihak pada kelompok rentan.

Bacaan Lainnya

Ketua DPW SBMI NTT, Yudi menekankan bahwa kehadiran MRC, menjadi sangat relevan di tengah kondisi darurat migrasi di NTT.

“Fakta kepulangan jenazah pekerja migran yang terus berulang dan maraknya TPPO menunjukkan bahwa perlindungan tidak bisa ditunda. MRC yang terintegrasi dengan LTSA hadir untuk memperkuat layanan di tingkat lokal ” jelas Yudi.

Selain itu, Linda selaku Ketua Solidaritas Perempuan Fablomoratas menyoroti terkait tingginya perempuan Pekerja Migran asal Kabupaten Kupang dengan berbagi persoalan yang melingkupi.

Pos terkait