Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Ketua Panitia menyebut, konsep PYRAMID dirancang untuk mengikis stigma, bahwa matematika menakutkan.
“Kompetisi ini hadir untuk menghapus stigma negatif bahwa matematika itu menakutkan, sekaligus mengasah penalaran analitis dan melatih karakter disiplin, percaya diri, serta sportivitas pelajar,” ujarnya.
Format lomba berjenjang seperti piramida. Babak penyisihan menguji pemahaman konsep dasar, peluang, statistik, dan logika sederhana.
Semifinal menuntut strategi pemecahan masalah fungsi, trigonometri, dan integral. Puncaknya di final dengan 15 soal nonrutin dan soal rebutan cepat yang menguji ketepatan di bawah tekanan.
Agar tidak kaku, panitia juga menyelipkan kuis Kahoot dan sesi ramah tamah. Tujuannya membuktikan matematika bisa dipelajari dengan cara menyenangkan, bukan sekadar hafalan rumus.
Selama ini pelajaran matematika di NTT sering dianggap sulit karena pola ajar yang mekanis. Minimnya wadah kompetisi interaktif juga membuat minat siswa terhadap sains dasar rendah.
Melalui CCM PYRAMID yang konsisten digelar hingga edisi ke-8 dan menjangkau antarpulau, stigma itu perlahan terkikis. Ajang ini terbukti memacu motivasi belajar, membentuk mental juara, dan mengasah penalaran kritis siswa sejak SMA.
